Selasa, 14 Juni 2016

SISTEM PENDIDIKAN DI NEGARA KUBA


Said Janatun Naim/ SP/ A

Semua sekolah dalam pendidikan Nasional berada dalam naungan Kementrian Pendidikan. Kementrian ini bertanggung jawab atas kebijakan pendidikan secara umum, mendesain serta melaksanakan silabus dan kurikulum, menyarankan metode-metode mengajar, mensupervisi dan mengontrol pendidikan.
Lembaga-lembaga pendidikan tinggi berada dibawah bermacam-macam badan, tergantung dari jenis dan bidang garapan. Lembaga Pendidikan tinggi kedokteran berada dibawah Kementrian kesehatan rakyat, Lembaga pendidikan keguruan yang bertugas mendidik guru-guru pendidikan dasar dan menengah berada dibawah kementrian pendidikan, Institut kesenian dibawah kementrian kebudayaan, dan seterusnya.  Lembaga Pendidikan tinggi yang mendidik calon profesional untuk pertanian, industri, sosial dan humaniora menjadi tanggung jawab dan berada di bawah kementrian Pendidikan Tinggi. Reformasi Pemerintah tahun 1976 memberikan kekuasaan lebih besar kepada lembaga-lembaga pendidikan Negeri. Dalam hal pusat-pusat pendidikan tinggi, hubungan dengan masyarakat makin diperkuat dan hubungan ini terus dikaji agar hubungan dengan masyarakat dapat diperbesar dan diperkuat.

Supervisi dan kontrol dijalankan pada tingkat Nasional, Provinsi dan Kotamadya, Reformasi sistem manageman dan organisasi diarahkan pada desentralisasi dan fleksibilitas. Ini memberikan kekuasaan yang lebih besar kepada pemerintah dan kotamadya untuk mengambil inisiatif dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Langkah-langkah ke arah peningkatan status guru dan kepala sekolah juga dilakukan termasuk menghilangkan kegiatan-kegiatan yang tidak perlu sehingga tidak memperberat beban guru dan staf dengan hal-hal yang tidak perlu. Sedang diupayakan juga pengangkatan dan penggunaan guru secara lebih rasional dan  ekses-ekses yang membuat tingginya biaya pendidikan. Badan-badan pendidikan  yang terdiri dari orang tua murid, tetangga orang-orang kunci dalam masyarakat/ pemimpin informal, dan wakil-wakil lembaga telah terbukti keefektifannya. Walaupun potensi mereka belum lagi sepenuhnya termanfaatkan. Sebagai contoh, dukungan diberikan oleh masyarakat ke sekolah, dan permintaan dan tuntutan kepada sekolah juga masyarakat.
Pada Pendidikan tinggi, kecenderungan ini adalah untuk mengangkat status rektor, dekan dan pimpinan-pinpinan lainnya, dan juga kecenderungan ke arah desentralisasi pembuatan keputusan dalam hal metodologi. Misalnya kurikulum yang telah diimplementasikan secara nasional,  jumlah jam mengajar sekarang dapat ditentukan oleh lembaga pendidikan tinggi masing-masing sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan daerah tempat lokasi lembaga itu. Untuk program pasca sarjana dan penelitian-penelitian ilmiah masing-masing lembaga memperhatikan keperluan daerah serta kemampuan staf pengajar dan peneliti.
Sistem kontrol pemerintah dilakukan dengan mengkaji serta menilai proses mengajar pada berbagai tingkat. Sistem ini selalu dikaji ulang dan diperbaiki,  Perhatian khusus diberikan pada pada petugas yang melaksanakan fungsi kontrol yang terdiri dari sekelompok kecil staf dengan tugas purna waktu. Mereka kebanyakan dipilih berdasarkan pengalaman dan prestasi dan prestise profesional mereka. Kebanyakan mereka berasal dari guru-guru, para profesional atau peneliti yang melakukan tugasnya secara temporer sedemikian rupa sehingga peran supervisor bergabung dengan pihak yang disupervisi.
Peran yang sangat penting dalam kehidupan sekolah dijalankan oleh organisasi siswa. Ada asosiasi pionir pada tingkat pendidikan dasar dan menengah pertama. Di tingkat pendidikan atas, sekolah teknik dan profesional terdapat federasi siswa sekolah menengah, Federation of intermediate-level students (FEEM), pada tingkat pendidikan tinggi  ada federasi mahaasiswa, Federation of university students (FEU) . Hal yang sama juga terdapat pada sektor pendidikan lain. Seperti siswa pekerja membentuk kehendak mereka dan bekerjasama mengembangkan  aktivitasnya. Juga terdapat organisasi pekerja sains, Union of Science Wokers.

A.        Pendanaan.

Pendidikan di Cuba diselenggarakan dan didanai oleh Negara. Pada pendidikan tinggi, bisnis dilihat dari perkembangan anggaran yang secara konstan naik. Pada tahun 1959, misalnya anggaran untuk setiap penduduk adalah 11 pesos naik menjadi 175 pesos (US $59,5 juta) naik menjadi 648,5 juta pesos (US$486,4 juta) dalam tahun 1970, dan dari 134,5 juta pesos ( US $ 1000,8 juta) menjadi 1823,4 juta pesos tahun 1990.

B.        Sekolah
           
            Kehadiran di sekolah adalah wajib dari usia 6-15 atau 16 (akhir pendidikan menengah dasar) dan semua siswa, tanpa memandang usia atau jenis kelamin, sekolah mengenakan seragam dengan warna yang menunjukkan tingkat kelas. Pendidikan dasar berlangsung selama enam tahun. Pendidikan menengah dibagi menjadi dasar pendidikan menengah dan pra-universitas pendidikan menengah. Kurikulum di sekolah dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip "kerja keras, disiplin diri dan cinta negara". Pada akhir pendidikan menengah dasar, siswa dapat memilih antara pendidikan pra-universitas dan teknis dan pendidikan profesi. Mereka yang menyelesaikan pendidikan pra-universitas yang dianugerahi Bachillerato. Pelatihan teknis mengarah pada dua tingkat kualifikasi - pekerja terampil dan teknisi tingkat menengah. Berhasil menyelesaikan siklus ini memberikan akses ke institut teknologi

C.        Pendidikan Tinggi
           
            Pendidikan tinggi yang disediakan oleh universitas-universitas, lembaga-lembaga yang lebih tinggi, lebih tinggi lembaga pedagogis, pusat-pusat pendidikan tinggi dan lembaga-lembaga politeknik yang lebih tinggi. Semua lembaga pendidikan tinggi publik. Departemen Pendidikan Tinggi (Ministerio de Educación Superior (MES)) adalah bertanggung jawab atas kebijakan dalam masalah pendidikan sarjana dan pascasarjana. Dia mengontrol pengajaran, metodologi, kursus dan program-program dan alokasi tempat mahasiswa, serta kursus spesialisasi yang ditawarkan oleh pusat-pusat pendidikan tinggi yang datang di bawah kendali kementrian lainnya. Semua lembaga mempunyai status yang sama. Kuba memiliki 47 universitas dan total universitas pendaftaran adalah sekitar 112.000 warga.
University of Havana, Kuba universitas tertua, didirikan pada 1728. Universitas resmi lainnya termasuk Universidad de Oriente (didirikan pada tahun 1947) dan Universidad Central de Las Villas (didirikan pada tahun 1952). Universitas swasta, yang dinasionalisasi tanpa penggantian bersama dengan sekolah-sekolah swasta pada tahun 1961, termasuk Universidad Católica de Santo Tomás de Villanueva (didirikan pada tahun 1946); Universidad Masónica, dan Universidad de la Salle di Nuevo Vedado. Pada tahun 1979 Kuba Kementerian Pendidikan Tinggi memprakarsai skema Distance Education. Pendidikan Jarak ditawarkan di 15 pusat di seluruh negeri, yang biasa menyediakan kursus sore dan malam hari untuk pekerja. Skema menawarkan lima derajat dalam Hukum, Sejarah, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi, Akuntansi dan Keuangan dan Ekonomi. Ada sekitar 20.000 mahasiswa mengambil lima derajat ditawarkan di semua pusat negara, sekitar 50% di antaranya berada di Universidad de La Habana. Calon harus telah menyelesaikan sekolah menengah, memiliki sedikitnya satu tahun pengalaman kerja, menjadi antara 25 dan 35 tahun dan lulus ujian masuk. Keanggotaan dalam Partai Komunis juga mempengaruhi kesempatan siswa menjadi mengakui ke salah satu universitas Kuba. Studi-studi ini ditawarkan dengan waktu belajar malam atau korespondensi kursus (akhir pekan) dan biasanya berlangsung selama enam tahun. Ada juga 'dibimbing' atau kursus gratis terbuka untuk semua sekolah menengah atau lulusan pendidikan tinggi.

D.        Pendidikan Guru
           
            Sebuah kursus lima tahun disediakan untuk pra-SD dan SD guru sekolah dasar di Institutos Superiores Pedagógicos. Mereka memperoleh "Licenciado en Educación Primaria" (Sertifikat dalam Pendidikan Dasar) atau jenis lain derajat. Guru sekolah menengah dilatih di kilang anggur lokal. Dia conferres mereka "Licenciatura en Educación" (Certificate dalam Pendidikan). Masuk ke kursus ini didasarkan pada Bachillerato. Siswa pendidikan tinggi yang ditawarkan penataran khusus dalam mata pelajaran yang mereka ajarkan serta kursus pelatihan guru. Banyak guru yang profesional dari bidang produksi. Mana guru secara khusus dipilih mahasiswa pascasarjana, seperti yang kebanyakan terjadi di sepuluh tahun terakhir, mereka menerima pelatihan guru awal bersamaan dengan studi mereka.

E.         Kurikulum dan Metodologi Pengajaran
           
            Kurikulum dan silabus berlaku secara nasional untuk semua tingkat pendidikan. Tujuanya agar terjamin homogenitas atau keseragaman isi dasar yang diajarkan pada setiap tingkat.
Kurikulun dan silabus selalu diperbaiki untuk disesuaikan isinya dengan kebutuhan masyarakat yang selalu berubah. Pada tingkat dasar menengah, kurikulum dan silabus baru diimplementasikan pada tahun 1975-1981, pertama pada sistem pendidikan politeknik dan kemudian pada sekolah-sekolah lainnya.  Diantara perbaikan kurikulum dan silabus,  dan juga perbaikan proses mengajar. Adalah  (a). Untuk mendapatkan uraian yang jelas tentang apa yang ingin dicapai; (b). Untuk memberikan kekuasaan yang lebih besar kepada guru dan sekolah sehingga mereka mampu menyesuaikan kurikulum Nasional dengan kenyataan dan kondisi di daerah setempat dan (c). Untuk menyakinkan pengembangan keterampilan kerja, disiplin dan kesadaran bahwa nilai-nilai sosial rakyat Kuba hendaklah ke arah mental penghasil atau produsen, bukan mental konsumen.
Kurikulum, silabus dan bahan-bahan pengajaran lainya ditulis secara bersama oleh guru-guru yang dipilih atas dasar perpormansi profesional yang tinggi dan direvisi oleh para spesialis dan ilmuan yang lebih baik dalam bidang ilmu tertentu, tanpa memandang tempat mereka bekerja. Pada pendidikan teknik dan profesional, diminta partisipasi para teknisi yang berkualifikasi tinggi yang berbeda pada sektor yang berbeda-beda. Perubahan dalam bidang kurikulum segera dilakukan pada lembaga pendidikan guru, baik pada strata I maupun pasca sarjana.
Ujian-ujian negara secara konsisten harus selalu diperbaiki dan evaluasi terhadap hasil proses pendidikan sehari-hari oleh pada guru selalu didorong. Disamping itu, upaya upaya juga dilakukan agar terjadi peningkatan interaksi antara  berbagai level pendidikan supaya dapat dimonitor peroses pendidikan sepanjang jalan, bukan hanya pada akhir " grade" 9 atau 12 saja. Diveersifikasi, dimana perlu akan dilakukan untuk menjawab secara efektif keperluan dan interest siswa yang selalu berubah.
Karakteritik umum keseluruhan sistem pendidikan Nasional Kuba ialah  memperluas pilihan kurikulum sehingga dapat diciptakan mobilitas yang lebih fleksibel dalam penempatan pekerjaan, dan keterampilan-keterampilan khusus dapat dikembangkan pada saat terakhir proses pendidikan siswa.
Peningkatan kualitas pengajar adalah sasaran yang juga ingin dicapai dalam sistem pendidikan. Disamping perbaikan kurikulum dan desentralisasi, ada beberapa kebijakan untuk mengaitkan pendidikan sekolah dengan kehidupan ekonomi, politik, dan sosial masyarakat, bahkan juga dengan negara dan dunia.

F.         Ujian Kenaikan Kelas dan Sertifikasi.

Pada tingkat pendidikan dasar kenaikan kelas dari "grade" yang satu ke "grade" yang lebih tinggi berlangsung secara otomatis. Murid-murid yang mengalami kesukaran dalam pelajaranya, diberikan perlakuan dan pelayanan khusus tanpa memisahkan mereka dari kelasnya. Untuk menyakinkan bahwa taraf pengetahuan minimum murid dapat tercapai pada "grade" 6, 9, dan 12 di seluruh negara, ujian-ujian negara dilakukan  pada tingkat-tingkat itu. Selanjutnya untuk memasuki perguruan tinggi, daftar nama seluruh pelamar digabungkan menurut nilai yang diperoleh pada pendidikan menengah dengan nilai yang diperoleh pada ujian-ujian negara.
Untuk setiap level pendidikan,  persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan sertifikat atau ijasah yang telah ditetapkan. Sistem pendidikan nasional disusun sedemikian rupa sehingga setiap level bisa cocok dengan level yang lain (dovetail).  Dua terminal yang paling besar alternatifnya dalam sistem adalah pada "grade"  9 dan 12. Tetapi untuk mencapai fleksibilitas yang lebih besar, usaha yang dilakukan adalah untuk memperbanyak tempat berhenti pendidikan atau terminmal, dan mendiversifikasi pendidikan, sehingga kemampuan dan interes siswa dapat dipenuhi atau dilayani.

Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar